

Singasana – Dalam rangka meningkatkan efektivitas pelaksanaan program Keluarga Berencana (KB), Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Tabanan menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Optimalisasi Realisasi Anggaran DAK Sub Bidang KB BOKB Tahun 2025 dan Persiapan Pelaksanaan DAK Sub Bidang KB Tahun 2026”, yang dilaksanakan di Ruang Rapat DPPKB Tabanan, Senin (10/11).
Kegiatan ini dipimpin oleh Kepala DPPKB Kabupaten Tabanan, Dra. Ni Wayan Mariati, MM selaku moderator, dan menghadirkan perwakilan dari BKKBN Provinsi Bali sebagai narasumber utama. Turut hadir pula perwakilan dari Inspektorat, Bappeda, dan Badan Keuangan Daerah (Bakuda) Kabupaten Tabanan sebagai peserta dan mitra strategis dalam pelaksanaan program DAK Sub Bidang KB.
FGD ini bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap realisasi pelaksanaan DAK Sub Bidang KB (BOKB) Tahun 2025, sekaligus membahas rencana dan strategi pelaksanaan program tahun 2026, agar program yang dijalankan dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran.
Adapun beberapa poin pembahasan utama dalam kegiatan ini meliputi:
1. Pemaparan perkembangan realisasi DAK Sub Bidang KB (BOKB) Tahun 2025, mencakup capaian fisik dan keuangan serta kendala di lapangan.
2. Pembahasan permasalahan dan hambatan yang dihadapi dalam proses pelaksanaan kegiatan, baik dari sisi administrasi, teknis, maupun koordinasi antarinstansi.
3. Pemaparan rencana DAK Sub Bidang KB (BOKB) Tahun 2026, termasuk penyesuaian program prioritas sesuai dengan arah kebijakan nasional dan kebutuhan daerah.
4. Penjelasan mekanisme keuangan DAK Sub Bidang KB, agar pengelolaan anggaran dilakukan sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas.
5. Pembahasan mitigasi risiko pelaksanaan DAK, sebagai langkah antisipatif terhadap potensi kendala yang mungkin timbul dalam pelaksanaan kegiatan di tahun mendatang.
Dalam arahannya, Kepala DPPKB Kabupaten Tabanan, Dra. Ni Wayan Mariati, MM, menegaskan pentingnya sinergi antar perangkat daerah untuk memastikan pelaksanaan DAK Sub Bidang KB berjalan optimal.
“Melalui kegiatan FGD ini, kita harapkan ada kesamaan persepsi dan komitmen bersama dalam mempercepat realisasi anggaran serta menyiapkan perencanaan DAK tahun 2026 secara lebih matang dan terarah,” ujar beliau.
Sementara itu, perwakilan BKKBN Provinsi Bali menekankan pentingnya kolaborasi dan komunikasi aktif antara pemerintah daerah dan BKKBN dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan program keluarga berencana, terutama dalam pemanfaatan dana DAK agar berdampak langsung bagi peningkatan kualitas layanan KB di lapangan.
Dengan terselenggaranya kegiatan FGD ini, DPPKB Kabupaten Tabanan berharap pelaksanaan program KB ke depan dapat semakin terarah, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan keluarga berkualitas dan berketahanan di Kabupaten Tabanan. (Sek.)


