7 Maret 2026
IMG-20250802-WA0003

Singasana – Dalam rangka memperkuat komitmen dan mempercepat upaya pencegahan serta penurunan stunting, Pemerintah Kabupaten Tabanan menggelar rapat koordinasi lintas sektor yang berlangsung di Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Tabanan, Kamis (31/7/2025). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, S.Sos, selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Tabanan.

Rakor ini merupakan tindak lanjut dari surat edaran Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa serta Dukcapil Provinsi Bali Nomor B.12.000/4990/V/DPMD DUKCAPIL tertanggal 22 Juli 2025. Sebanyak 40 peserta hadir dalam pertemuan tersebut, yang terdiri dari perwakilan Organisasi Perangkat Daerah, instansi vertikal, kecamatan, puskesmas, perguruan tinggi, serta lembaga adat. Hal ini sebagai wujud komitmen dalam mewujudkan konvergensi program penanganan stunting secara terpadu.

Dalam sambutannya, Wabup Dirga menegaskan bahwa persoalan stunting tidak bisa hanya ditangani oleh sektor kesehatan saja, melainkan membutuhkan peran aktif dari berbagai sektor, seperti pendidikan, pertanian, hingga pemberdayaan masyarakat.
“Stunting adalah tantangan pembangunan yang harus dihadapi bersama. Bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga menyangkut masa depan generasi penerus kita. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi lintas sektor yang solid,” tegasnya.

Ia juga menguraikan sejumlah program dan inovasi yang telah dijalankan Pemkab Tabanan dalam menangani stunting, mulai dari program edukasi remaja melalui Duta GenRe, pembinaan calon pengantin melalui program Semara Ratih, hingga intervensi berbasis desa dan kecamatan. Seluruh langkah tersebut dilaksanakan berdasarkan regulasi yang jelas dan sistem pengawasan yang terpadu.

“Seluruh elemen sudah menunjukkan upaya maksimal. Namun, kita tetap perlu evaluasi dan penyelarasan agar hasilnya lebih optimal. Rakor ini menjadi ruang strategis untuk membahas tindak lanjut, merumuskan aksi nyata, serta memperkuat komitmen bersama,” imbuhnya.

Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan akan lahir langkah-langkah konkret dan kebijakan yang tepat sasaran dalam menurunkan prevalensi stunting di Tabanan. Pemerintah Kabupaten Tabanan menegaskan komitmennya untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan tangguh melalui semangat sinergi dan gotong royong seluruh pemangku kepentingan. (Bid.KS)