13 Mei 2026
WhatsApp Image 2026-05-06 at 10.52.37

Mahasiswa Psikologi Universitas Udayana menunjukkan kontribusi nyata dalam pengabdian kepada masyarakat melalui program Magang Mandiri Berdampak di Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Tabanan. Terdapat sembilan mahasiswa yang hadir mengambil peran sebagai Mahasiswa PENTING (Peduli Stunting), sebuah inisiatif yang berfokus pada upaya pencegahan dan penanganan stunting di tingkat komunitas. Peran ini diwujudkan melalui dukungan aktif terhadap program DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting) yang dilaksanakan oleh DPPKB Kabupaten Tabanan.

Keterlibatan mahasiswa di lapangan tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga partisipatif dan aplikatif. Mahasiswa terjun langsung dalam berbagai kegiatan, mulai dari proses memasak menu sehat berbasis gizi seimbang, pembuatan media edukasi, hingga pemberian Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat. Pendekatan ini tidak hanya menekankan pada pemberian informasi satu arah, tetapi juga memberi ruang diskusi pada masyarakat mengenai perilaku makan dalam kehidupan sehari-harinya. Keterlibatan masyarakat dalam proses KIE membuat informasi dan edukasi yang mahasiswa sampaikan menjadi realistis, sesuai dengan yang dialami masyarakat. Adapun sasaran KIE yakni Kader/ Tim Pendamping Keluarga (TPK) desa setempat serta Keluarga Berisiko Stunting (KRS) yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Selama pelaksanaan program, mulai dari tanggal 6 hingga 30 April 2026, mahasiswa telah menjangkau 14 desa yang tersebar di 10 kecamatan di Kabupaten Tabanan. Desa tersebut diantaranya Desa Sanda (Pupuan), Antosari (Selemadeg Barat), Wanagiri Kauh (Selemadeg), Megati (Selemadeg Timur), Rejasa (Penebel), Kelating dan Baturiti (Kerambitan), Sesandan dan Dajan Peken (Tabanan), Pandak Bandung dan Cepaka (Kediri), Kukuh dan Batannyuh (Marga), serta Mekar Sari (Baturiti). Luasnya jangkauan ini mencerminkan komitmen mahasiswa dalam mendukung pemerataan edukasi kesehatan dan gizi di berbagai wilayah. Di setiap desa, pemberian KIE DASHAT dilaksanakan dengan menyesuaikan kebutuhan dan kondisi masyarakat setempat, sehingga informasi yang diberikan menjadi lebih relevan dan tepat sasaran.

 

Dengan menggunakan perspektif psikologi, mahasiswa melakukan pendekatan KIE secara komunikatif, persuasif, dan berbasis pendekatan perilaku. Mahasiswa berupaya membangun kesadaran, mengubah pola pikir, serta mendorong terbentuknya kebiasaan sehat dalam keluarga. Hal ini penting, mengingat stunting tidak hanya berkaitan dengan aspek biologis, tetapi juga dipengaruhi oleh perilaku, pola asuh, dan lingkungan sosial. Terdapat 3 media yang disiapkan yakni brosur edukasi, permainan pengelompokkan kandungan makanan, dan permainan “Isi Piringku”. Seluruh informasi dikemas dengan cara yang mudah dipahami dan menyenangkan untuk dilakukan. Tidak hanya untuk memudahkan anak-anak mengenal makanan dengan sederhana, tetapi para orang tua pun turut antusias berdiskusi hingga bermain variasi menu “Isi Piringku”.

Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya mengasah kompetensi akademik, tetapi juga menerapkan ilmu untuk masyarakat, mengembangkan empati, keterampilan komunikasi, serta kemampuan problem solving dalam konteks nyata. Kehadiran Mahasiswa PENTING di tengah masyarakat menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam percepatan penurunan angka stunting. Dengan sinergi antara mahasiswa, pemerintah daerah, dan masyarakat, program DASHAT diharapkan dapat terus memberikan dampak berkelanjutan. Upaya kolaboratif ini menjadi langkah konkret menuju terciptanya “Gizi Tepat, Anak Hebat, Keluarga Sehat”.

 

Penulis: Natika Firda Kerista Anugrah & Ni Komang Trya Purnama Nova