7 Maret 2026
IMG-20250226-WA0005

Tabanan, 25 Februari 2025 – Dalam upaya memperluas akses layanan keluarga berencana (KB) di seluruh Kabupaten Tabanan, acara KB Bergerak dilaksanakan pada hari Rabu, 26 Februari 2025, bertempat di pelataran parkir sisi selatan Gedung Kesenian I Ketut Maria, Tabanan. Acara ini diselenggarakan secara bersama oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Tabanan, Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, dan BKKBN Provinsi Bali.

Kepala Dinas DPPKB Kabupaten Tabanan, Dra. Ni Wayan Mariati, MM, dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa cakupan KB di Kabupaten Tabanan sudah cukup tinggi, dengan hampir 67 persen pasangan usia subur (PUS) yang sudah menggunakan alat kontrasepsi. Meskipun demikian, tantangan terbesar tetap ada pada faktor geografis, terutama bagi masyarakat di daerah Pupuan yang memiliki akses terbatas ke fasilitas kesehatan.

“Selain Pupuan, kami juga akan menyasar Kecamatan Penebel bagian barat dan Baturiti. Lokasi-lokasi ini akan terus dievaluasi berdasarkan data di lapangan serta antusiasme masyarakat,” ujar Mariati.

Tabanan juga tercatat memiliki tingkat kelahiran yang relatif rendah, dengan total fertility rate (TFR) mencapai 1,8%, yang berarti rata-rata setiap 100 pasangan usia subur memiliki dua anak. Walaupun demikian, DPPKB Kabupaten Tabanan tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan KB yang maksimal, terutama untuk masyarakat yang kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan.

Pelayanan yang ditawarkan dalam acara KB Bergerak ini meliputi berbagai jenis kontrasepsi, seperti metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) seperti IUD dan implan. Selain itu, tersedia juga layanan suntik, pil, dan kondom. Untuk metode vasektomi dan tubektomi, peserta yang berminat akan diarahkan ke rumah sakit negeri atau swasta yang telah bekerja sama untuk memberikan layanan gratis.

Dari target 50 orang peserta, sebanyak 45 orang peserta terlayani pada acara ini, dengan rincian 20 orang memilih IUD, 24 orang memilih Implan, dan 1 orang memilih suntik jadi 90% sudah terlaksana. Salah seorang peserta Ayu Made Sri Wedari asal Banjar Pande, Desa Gubug Tabanan menyampaikan harapannya agar layanan KB keliling seperti ini dapat terus dilakukan di masa depan. “Mudah-mudahan ke depannya pelayanan KB keliling gratis ini tetap ada, untuk membantu dan melayani masyarakat lebih luas lagi,” ujarnya

Acara KB Bergerak di Kabupaten Tabanan diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan akses yang lebih mudah terhadap layanan kontrasepsi, khususnya di daerah-daerah yang sulit dijangkau, sehingga dapat lebih meningkatkan kualitas hidup keluarga di Kabupaten Tabanan.