

Pada hari Senin, 9 Desember 2024, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Tabanan menggelar Rapat Koordinasi Pengelolaan Alokon di Aula Kantor DPPKB Kabupaten Tabanan. Kegiatan ini bertujuan untuk 1). Mengidentifikasi kendala dan hambatan dalam penatalaksanaan pendistribusian alokon di Faskes Pemerintah dan Swasta serta PMB Setara Faskes, 2). Penangangan Alokon di Faskes dan PMB Setara Faskes berjalan dan terlaksana dengan baik sampai dengan tindakan pemusnahan apabila ada yang rusak/expired date
Acara ini dipimpin oleh Ibu Kepala Dinas dan dihadiri oleh Kepala Bidang Keluarga Berencana Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Tabanan, serta perwakilan dari berbagai instansi kesehatan seperti Puskesmas, Rumah Sakit, Klinik, Dokter Praktek Swasta, Dinas Kesehatan, Inspektorat, Badan Keuangan Daerah serta Ketua Pengurus Cabang IBI Kabupaten Tabanan.
Dalam arahannya Ibu Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Tabanan menegaskan bahwa dalam rangka menjamin keberlangsungan pelayanan KB di Kabupaten Tabanan, maka diperlukan dukungan manajemen pengelolaan alat/obat kontrasepsi (alokon) yang profesional, efektif dan efisien melalui pengelolaan logistik. Mengingat alokon memiliki nilai yang sangat strategis baik dalam menunjang operasional program KB maupun membantu calon akseptor, juga nilai nominal untuk pembeliannya yang membutuhkan anggaran sangat besar dari APBN, maka alokon yang sudah diterima oleh Fasilitas Kesehatan dan Praktek Mandiri Bidan Setara Faskes tersebut harus dikelola dengan baik, dengan memperhatikan prosedur/ketentuan-ketentuan tentang penyimpanan dan pendistribusian alat/obat kontrasepsi
Sementara itu, Kepala Bidang Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana menyampaikan secara teknis terkait dengan mekanisme pendistribusian alokon ke Faskes, mulai dari pengajuan permohonan, penerimaan, penyimpanan, pencatatan pelaporan serta penghapusan untuk alokon yang rusak atau expired date (kedaluwarsa).
Diskusi yang berlangsung secara interaktif ini diharapkan dapat memperkuat komitmen semua pihak dalam mewujudkan visi pelayanan kesehatan utamanya pelayanan KB yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Tabanan.


